WAktu Bom Kuningan Part II (ha ha) masuk tipi dan segala macam media, perasaanku sebenarnya datar aja, Nah, setelah sekian puluh jam berlalu, baru aku gerem sama kejadian itu!
Datangnya Inspirasi untuk menjadi geram secara tiba-tiba ini agak aneh juga, mulanya pas aku lagi ganti2 channel, tiba2 aku harus berenti gara2 ada Klip baru GodBless (gak tau jugak apakah klip ni memang baru keluar, ato aku yang baru liat sekarang saking malesnya nonton tipi...)
Klip-nya keren, sutradaranya pinter tu, taktik video item putinya tu berguna juga menyamarkan kerut2nya personel GodBless (ha ha), tapi memang keren lah, apalagi ikon Bibir yang ditonjolkan di sepanjang Klip tu, mantep lah, lebih2 aransemennya, entah kenapa sepanjang aku liat klip itu aku jadi membangding2kan GodBless sama Aerosmith dan Rolling Stone, dan tiba2 aja rasa NAsionalitasku bangkit secara mendadak, apalagi setelah klipnya selese aku langsung pindah ke Metro yang kebetulan lagi liputan Bom Kuningan, di running text "MU dipastikan batal datang ke Indonesia", aku tiba2 jadi ingat juga hasil konf pers-nya orang2 MU tentang pembatalan kedatangan MU berkaitan insiden Bom kemaren, salah satu bule-nya bilang kira-kira kekgini, ".....mungkin kapan2 kami akan berkunjung ke Indonesia lagi...."
Sialan!
acemnya terinjak-injak harga diri awak jadi orang Indonesia!
yah, tapi agak sulit jugak menyalurkan kekesalan ini,
masa marah ke si bule-bule tadi?
yang nge-bom kan (dicurigai) orang Indonesia jugak,
jadi, mo marah-marah sama Bendera Merah putih?
Memang benar-benar sulit,
di bawah naungan Bendera yang sama, Lafal Pancasila yang sama, dan LAgu Indonesia Raya yang sama, orang bisa berideologi, bereaksi, dan berperilaku yang berbeda-beda.
Implementasi Nasionalitas yang lebih mengerikan, sepertinya agak berlebihan menganggap semua orang "barat" itu kapitalis lantas menghancurkan setiap bagian dari mereka walaupun dengan resiko harus mengorbankan diri sendiri dan bangsa sendiri,
ck ck ck...
terlalu besar taruhannya,
dan hal-hal seperti itu juga tidak terlihat seperti tindakan Heroik,
Jadi, mereka yang memilih "ideologi" ini sebenarnya membela siapa?
Alih-alih mematikan "barat", justru martabat bangsa terkoyak-koyak.
Talking about GodBless,
gara2 klip N.A.T.O nya jugak status updateku barusan jadi kekgini:
Halah!
Melankolis kali awak hari ini...
Hahahaha
Datangnya Inspirasi untuk menjadi geram secara tiba-tiba ini agak aneh juga, mulanya pas aku lagi ganti2 channel, tiba2 aku harus berenti gara2 ada Klip baru GodBless (gak tau jugak apakah klip ni memang baru keluar, ato aku yang baru liat sekarang saking malesnya nonton tipi...)
Klip-nya keren, sutradaranya pinter tu, taktik video item putinya tu berguna juga menyamarkan kerut2nya personel GodBless (ha ha), tapi memang keren lah, apalagi ikon Bibir yang ditonjolkan di sepanjang Klip tu, mantep lah, lebih2 aransemennya, entah kenapa sepanjang aku liat klip itu aku jadi membangding2kan GodBless sama Aerosmith dan Rolling Stone, dan tiba2 aja rasa NAsionalitasku bangkit secara mendadak, apalagi setelah klipnya selese aku langsung pindah ke Metro yang kebetulan lagi liputan Bom Kuningan, di running text "MU dipastikan batal datang ke Indonesia", aku tiba2 jadi ingat juga hasil konf pers-nya orang2 MU tentang pembatalan kedatangan MU berkaitan insiden Bom kemaren, salah satu bule-nya bilang kira-kira kekgini, ".....mungkin kapan2 kami akan berkunjung ke Indonesia lagi...."Sialan!
acemnya terinjak-injak harga diri awak jadi orang Indonesia!
yah, tapi agak sulit jugak menyalurkan kekesalan ini,
masa marah ke si bule-bule tadi?
yang nge-bom kan (dicurigai) orang Indonesia jugak,
jadi, mo marah-marah sama Bendera Merah putih?
Memang benar-benar sulit,
di bawah naungan Bendera yang sama, Lafal Pancasila yang sama, dan LAgu Indonesia Raya yang sama, orang bisa berideologi, bereaksi, dan berperilaku yang berbeda-beda.
Implementasi Nasionalitas yang lebih mengerikan, sepertinya agak berlebihan menganggap semua orang "barat" itu kapitalis lantas menghancurkan setiap bagian dari mereka walaupun dengan resiko harus mengorbankan diri sendiri dan bangsa sendiri,
ck ck ck...
terlalu besar taruhannya,
dan hal-hal seperti itu juga tidak terlihat seperti tindakan Heroik,
Jadi, mereka yang memilih "ideologi" ini sebenarnya membela siapa?
Alih-alih mematikan "barat", justru martabat bangsa terkoyak-koyak.
Talking about GodBless,
gara2 klip N.A.T.O nya jugak status updateku barusan jadi kekgini:
"Indonesia tetaplah yang terhebat : Godbless lebih cadas daripada Aerosmith, Netral lebih Punk daripada Greenday, Tukul Arwana lebih 'menggigit' dibanding Chris Rock, Sri Mulyani lebih Progresif daripada Margaret Thatcher, PSSI lebih berkompeten daripada MU, Tan Malaka lebih dulu daripada Abraham Lincoln, dan Bom Kuningan is really Nothing."
Halah!
Melankolis kali awak hari ini...
Hahahaha
15:34 |
Category:
Melankolis
|
0
komentar





